Lapak Banyuwangi adalah situs jual-beli online barang baru & bekas dan pasang iklan baris GRATIS untuk warga Banyuwangi dalam mempromosikan usahanya.
Beranda » » Selama Bulan November, Bupati Azwar Anas Panen Penghargaan

Selama Bulan November, Bupati Azwar Anas Panen Penghargaan

Ditulis pada: 27 November 2017 | Kategori:

Selama bulan November 2017 Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas panen penghargaan. Tak kurang sudah empat buah penghargaan dalam berbagai bidang yang ia terima.

Bupati AzwarAnas menerima penghargaan Santripreuner (sumber : Kompas.com)

Penghargaan pertama berupa penghargan bidang informasi dan teknologi (IT).  Azwar Anas menerima penghargaan TOP IT dan Telco 2017 dari  Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Itech Magazine, yang diserahkan oleh Menteri Sekretaris Negar (mensesneg) Pratikno, Selasa (31/10) di Balai Kartini, Jakarta.

Penghargaan TOP IT dan Telco merupakan penghargaan tertingi di Indonesia pada bidang IT dan Telco yang diberikan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Itech Magazine. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan atau instansi pemerintah yang dinilai berhasil dalam implementasi TI dan Telco serta mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja, daya saing dan layananannya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terimakasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kominfo tersebut. Menurut Anas penghargaan tersebut merupakan bonus atas konsistensi dan komitmen Banyuwangi dalam menggunakan teknologi informasi sebagai kendaraan percepatan kemajuan daerah.

“Saat ini zaman dengan cepat berubah. Perubahan dan inovasi khususnya di bidang teknologi informasi telah merubah cara interaksi manusia hingga peta persaingan usaha. Banyuwangi sendiri tidak ingin tergilas zaman, sehingga pemanfaatan teknologi di berbagai bidang menjadi sesuatu keharusan. Kita telah melihat apa yang disebut sebagai disruption teknologi telah merubah peta persaingan usaha. Perusahaan besar ataupun daerah yang tidak mau berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan tenologi akan tertinggal,” kata Bupati Anas.

Kepantasan Azwar Anas menerima penghargaan tersebut telah dibuktikan dengan pencapaian Banyuwangi dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan daerahnya.

Saat ini Banyuwangi telah bertransformasi menjadi kota digital. 1400 titik wifi telah dipasang dan dapat ditemui dengan mudah di seantero Banyuwangi. Banyuwangi juga telah menjalankan program ”Smart Kampung”, program pengembangan desa terintegrasi yang memadukan antara penggunaan TIK berbasis serat optik, peningkatan kualitas pelayanan publik, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Untuk menjawab tantangan pengelolaan keuangan desa yang mendapatkan dana besar dari APBN dan APBD, Banyuwangi mengembangkan e-village budgeting dan e-monitoring system. Perencanaan hingga pelaporan di tingkat desa terintegrasi dalam sebuah sistem.

Bupati Azwar Anas menerima penghargaan TOP IT dan Telco (sumber : Banyuwangikab.go.id)

Begitu juga untuk layanan kependudukan, dalam pembuatan KTP elektronik warga cukup mengurus di tingkat kecamatan, karena kecamatan di Banyuwangi sudah online untuk pengurusan suket dengan Dispenduk.

Dalam pelayanan publik Banyuwangi juga telah menggunakan TIK sebagai instrumen. Seperti e-government, e-budgeting, e-health, e-Sakip.

Penghargaan Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha

Berikutnya dari Kementerian Dalam Negeri, Bupati Anas menjadi salah satu kepala daerah yang mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha dan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Bupati Azwar Anas menerima penghargaan Satya Lencana Karyabhakti Praja Nugraha (sumber : Banyuwangikab.go.id)

Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan penghargaan kepada daerah terbaik dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Banyuwangi masuk dalam enam besar daerah terbaik dari 416 kabupaten seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini kami berikan kepada kepala daerah yang mampu menjalankan amanah masyarakat dengan baik. Konsisten mewujudkan program kerja. Meski belum selesai masa jabatannya, sekitar 80 persen program telah dilaksanakan. Artinya, kekurangan pasti ada, tapi kinerjanya sudah sangat bagus,” ujar Mendagri Tjahjo Kumolo seperti dikutip dari portal Banyuwangikab.go.id.

Penilaian dalam penghargaan ini tidak hanya dilakukan Kementerian Dalam Negeri, tapi juga melibatkan kementerian dan lembaga lainnya, seperti Kemenpan-RB, Kemenkeu, Kemenkumham, Bappenas, BKN, BPKP, BPS, dan LAN.

Di mata Anas, penghargaan tersebut menjadi motivasi sekaligus pelengkap dari pencapaian prestasi yang sudah diraih Banyuwangi.

Sebelumnya Banyuwangi sudah mendapatkan penghargaan sistem akuntansi tablet kinerja dari Menpan, dimana Banyuwangi satu-satunya kabupaten dari 400 kabupaten kota yang nilai A.

Karena itu penghargaan Setya Lencana ini menjadi motivasi dan pelengkap dari penghargaan yang diperoleh Banyuwangi.

Dulunya, Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) Banyuwangi berada di rangking 167, namun saat ini sudah naik menjadi ranking 5 di Indonesia.

Penghargaan Santripreneur

Selang dua minggu kemudian, tepatnya 25/11/2017, Bupati Anas kembali meraih penghargaan Satripreneur Award 2017, sebagai Kepala Daerah Peduli Wirausaha Santri.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara di acara Santripreneur Award (SPA) 2017 di gedung JX International Convention Center, Surabaya.

Menurut Anas, santri adalah salah satu kekuatan besar bangsa Indonesia, termasuk di bidang perekonomian. Santri adalah pilar ekonomi kerakyatan, maka harus berdaya saing dan memiliki daya sanding dengan dunia global.

“Ekonomi berbasis pesantren sejatinya adalah wujud ekonomi kerakyatan, karena berangkat dari potensi di sekitar pesantren, serta digerakkan oleh warga dan santri secara mandiri,” jelasnya seperti dikutip dari Detik.com.

Calon Wakil Gubernur Jatim yang berduet dengan calon gubernur Gus Ipul ini menambahkan, besarnya kekuatan ekonomi umat berbasis pesantren, jika kemudian saling diintegrasikan, akan bisa mewujudkan kekuatan ekonomi pesantren.

“Pesantren incorporated yang saling menopang. Misalnya, pesantren A di hulu, pesantren B menggarapa hilirnya, pesantren C menangani pemasarannya. Jadi akan efisien dalam satu kesatuan pesantren yang solid,” paparnya.

Kepala daerah yang banyak mendapatkan penghargaan dari dalam dan luar negeri ini juga mencontohkan beberapa kebijakan yang mendorong pengembangan ekonomi daerah, termasuk bagi kalangan santri.

Seperti, menggeliatnya pariwisata yang mendorong tumbuhnya usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru di bidang jasa transportasi, kuliner hingga kerajinan tangan.

Dia juga melarang pasar modern, karena pasar modern tersebut berpotensi menggerus pedagang-pedagang kecil yang sebagian besar juga berasal dari keluarga pesantren.

PGRI Award

Bupati Banyuwangi Azwar Anas menerima penghargaan dari PGRI (Sumber : Banyuwangi.merdeka.com)

Terakhir, dalam memperingati Hari Guru Nasional, Bupati Azwar Anas meraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Award. Penghargaan tersebut diberikan karena Anas dinilai memiliki kepedulian tinggi pada dunia pendidikan, nasib guru, dan anak didik.‎

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PGRI Pusat, Unifah Rosyidi, yang didampingi Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam peringatan Hari Guru, yang digelar di Gelora Delta Sidoarjo, ‎Minggu (26/11).

Menurut Unifah, Setiap tahun PGRI memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang memiliki kepedulian pada pendidikan.

Sebelum memberikan ‎penghargaan, PGRI melakukan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Banyuwangi ‎telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh PGRI.

Di bawah kepemimpinan Anas, Banyuwangi melakukan banyak inovasi di bidang pendidikan. Banyuwangi menganggarkan APBD sebanyak Rp 1,3 triliun untuk pendidikan. Berbagi inovasi seperti beasiswa Banyuwangi Cerdas, pemerataan tenaga pendidik hingga ke pelosok melalui ‎Banyuwangi Mengajar, peningkatan kualitas guru, dan berbagai inovasi lainnya.

Anas mengatakan penghargaan ini melecut semangat Banyuwangi untuk terus berbuat sesuatu pada dunia pendidikan.

Karena itu, menurut Anas, nasib guru harus mendapat perhatian. Itulah sebabnya insentif GTT dinaikkan. Bahkan, Anas menaikkan dana insentif untuk guru honorer K2 hingga 3 kali lipat lebih, dari yang sebelumnya hanya Rp 300 ribu, menjadi Rp 1 juta per bulan.

“Kenaikan insentif ini sebagai bentuk reward atas kerja keras para guru yang telah memberikan karya nyata,” ujar Anas seperti dikutip portal Banyuwangi.merdeka.com.

“Di luar dana APBD, kami juga ada program Siswa Asuh Sebaya. Di mana siswa yang mampu menyisihkan uang sakunya satu minggu sekali untuk diberikan kepada siswa lain yang kurang mampu. Sejak pertama kali diluncurkan pada 2011, saat ini SAS berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 12,8 miliar dengan lebih dari 20.000 siswa,” jelas Anas.

Selama Bulan November, Bupati Azwar Anas Panen Penghargaan | LAPAK BANYUWANGI – IKLAN BARIS GRATIS LARE OSING

Tags: Politik, Tokoh

Belum ada Komentar untuk Selama Bulan November, Bupati Azwar Anas Panen Penghargaan

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

r Info
Banyuwangi akan rekrut 750 PNS Baru

2018, Banyuwangi Akan Rekrut 750 PNS Baru Dengan Seleksi Ketat

P 19 Februari 2018 ,

Pemkab Banyuwangi tahun 2018 ini akan merekrut 750 pegawai negeri sipil (PNS) baru. Usulan pengadaan PNS ini telah diajukan kepada pemerintah pusat. Pengajuan ini mengakomodir kebutuhan tenaga di lingkungan pemkab Banyuwangi yang terus berkurang karena pensiun. Hal ini disampaikan Bupati... Selengkapnya)

Bandara Banyuwangi

Jadwal Penerbangan Ke Banyuwangi

P 17 Februari 2018 ,

Saat ini penerbangan langsung ke Bandara Banyuwangi yang berkode BWX dapat ditempuh melalui dua kota, yaitu Surabaya dan Jakarta. Setiap hari Maskapai penerbangan yang melayani rute ke Banyuwangi adalah Wings Air, Garuda Indonesia, NAM Air, dan Citilink. Berikut jadwal penerbangan... Selengkapnya)

SAKIP Banyuwangi

Akuntabilitas Kinerja Kabupaten Banyuwangi Terbaik Se Indonesia

P 1 Februari 2018 ,

Akuntabilitas kinerja Kabupaten Banyuwangi kembali meraih nilai A. Kemenpan-RB menetapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Banyuwangi tahun 2017 sebagai yang terbaik dengan nilai A. Ini berarti Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapat nilai A... Selengkapnya)

Dana Rakca

Leadership Award Untuk Bupati Banyuwangi Azwar Anas

P 20 Desember 2017 , Tak Berkategori

Lagi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dianugerahi penghargaan. Kali ini berupa anugerah Leadership Award dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, yang diserahkan di Jakarta, Senin malam (18/12/2017). Leadership Award diberikan Kemendagri kepada kepala daerah berprestasi dengan tujuh indikator yang dinilai... Selengkapnya)

Penerima Beasiswa Banyuwangi Cerdas Bisa Masuk Universitas Brawijaya

P 20 Desember 2017 ,

Kabar gembira bagi calon mahasiswa penerima beasiswa Banyuwangi Cerdas. Kini mereka bisa masuk Universitas Brawijaya Malang. Hal ini terjadi dengan akan direalisasikannya kerjasama bidang pendidikan antara Universitas Brawijaya dengan Pemkab Banyuwangi. Bentuk kerja sama itu antara lain untuk penerimaan mahasiswa... Selengkapnya)